PESAN-PESAN DA’WAH MENJELANG
KEPERGIAN ALMARHUMAH RATNASARI
Pada pertengahan Maret 2015 anak kami Ratnasari menikah,dan satu pekan kemudian tepatnya Tanggal 28 Maret 2015 Ratnasari mengalami kecelakaan lalulintas terseret Bus yang mengakibatkan patah Tulang serta bagian bokong mengalami luka robek,dan di rawat inap pada RS.Labuang Baji Makassar.
Di Bulan April 2015,masih menjalani rawat inap dan dilakukan 2 (dua) kali operasi karena luka pada bokongnya mengalami inpeksi pada bagian dalam.
Selama kurang lebih sebulan (Mei 2015) anak kami melakukan rawat jalan untuk mengontrol hasil operasi,dan pada awal bulan juni 2015 oleh dokter dinyatakan sembuh total dari akibat kecelakaan yang dialami dan kembali pulang kerumah di Litak Riri Dusun Pasa’Dalle Desa Tongko Kec.Baroko Kab.Enrekang.
Pertengahan Bulan Juli 2015,tiba-tiba suhu badan anak kami meninggi dan merasakan gatal serta muncul bintik-bintik merah di sekujur tubuhnya,dan selanjudnya di pertengahan bulan Agustus 2015,anak kami menjalani rawat inap dua kali pada RS.Lakipadada Toraja Makale.
Akhir bulan Agustus 2015,kami sekeluarga sepakat untuk mengeluarkan dari rumah sakit karena kondisinya semakin memburuk dan membawanya ke salah satu ustas di Belajen untuk di lakukan Rukiah dan setelah selesai Rukiah langsung kami bawa pulang ke Rumah.
Setibanya di rumah sekitar pukul 22.00 Wita (Malam Jumat) anak kami Ratnasari mulai memperlihatkan keanehan-keanehan yakni mendengar orang Adzan yang sangat merdu sekali sampai dia tanyakan ke kami dari mana sumbernya suara itu, saya mau sholat dulu pada hal kami dari keluarganya tidak mendengar suara apa-apa,dan ini mulai terjadi setelah dia sudah iklas dengan penyakit yang ia derita ( pertama-tama seluruh badan gosong dan pecah-pecah lama-kelamaan seluruh badan ikut terkelupas.
Keanehan berikutnya selalu menujuk giginya minta dilepas kawat gigi yang dia pakai karena katanya ada sosok mahluk yang berpakaian Putih bertubuh besar selalu muncul tapi tidak bisa mendekat lantaran kawat giginya belum di lepas.
Keesokan harinya hari Sabtu 2015 sekitar jam 8.30 Wita sala satu dari keluarga langsung membawa dokter untuk melepas kawat gigi yang ia kenakan,dan kemudian jam 11.00 Wita mulailah rohnya di perjalankan atau biasa disebut orang Sakratul maut yang pertama ( 1 ).
Kejadian-kejadian yang diperlihatkan/di alami :
- Dia mulai berjalan pada suatu tempat dan melihat sebuah taman yang indah yang dipenuhi bunga-bunga,kupu-kupu yang sangat cantik sekali.
- Di tegah perjalanan di melihat keluarganya yang sudah lama meninggal yakni nenek dan tantenya mukanya bercahaya dan memakai pakaian putih tersenyum menyambutnya,semakin Ratnasari mendekat semakin orang itu menjauh dan akhirnya perjalanannyapun terhenti dan kembali sadar.
- Catatan : Semasa hidup neneknya rajin sembahyang,kemudian tantenya disaping rajin ibadah,gemar bersedekah,baik kepada siapapun,dan mengajak suaminya ikut agama Islam.
Pesan – Pesan Da’wah :
- Dia (Ratnasari)berpesan beramallah sebayak-banyaknya selagi masi ada kesempatan.
- Perbaiki hubungan sesame manusia.
- Ratnasari memanggil semua kemanakannya agar masuk di sekolah pesantren/sekolah agama,biar nantinya bisa mejadi anak yang soleh.
Di Bulan April 2015,masih menjalani rawat inap dan dilakukan 2 (dua) kali operasi karena luka pada bokongnya mengalami inpeksi pada bagian dalam.
Selama kurang lebih sebulan (Mei 2015) anak kami melakukan rawat jalan untuk mengontrol hasil operasi,dan pada awal bulan juni 2015 oleh dokter dinyatakan sembuh total dari akibat kecelakaan yang dialami dan kembali pulang kerumah di Litak Riri Dusun Pasa’Dalle Desa Tongko Kec.Baroko Kab.Enrekang.
Pertengahan Bulan Juli 2015,tiba-tiba suhu badan anak kami meninggi dan merasakan gatal serta muncul bintik-bintik merah di sekujur tubuhnya,dan selanjudnya di pertengahan bulan Agustus 2015,anak kami menjalani rawat inap dua kali pada RS.Lakipadada Toraja Makale.
Akhir bulan Agustus 2015,kami sekeluarga sepakat untuk mengeluarkan dari rumah sakit karena kondisinya semakin memburuk dan membawanya ke salah satu ustas di Belajen untuk di lakukan Rukiah dan setelah selesai Rukiah langsung kami bawa pulang ke Rumah.
Setibanya di rumah sekitar pukul 22.00 Wita (Malam Jumat) anak kami Ratnasari mulai memperlihatkan keanehan-keanehan yakni mendengar orang Adzan yang sangat merdu sekali sampai dia tanyakan ke kami dari mana sumbernya suara itu, saya mau sholat dulu pada hal kami dari keluarganya tidak mendengar suara apa-apa,dan ini mulai terjadi setelah dia sudah iklas dengan penyakit yang ia derita ( pertama-tama seluruh badan gosong dan pecah-pecah lama-kelamaan seluruh badan ikut terkelupas.
Keanehan berikutnya selalu menujuk giginya minta dilepas kawat gigi yang dia pakai karena katanya ada sosok mahluk yang berpakaian Putih bertubuh besar selalu muncul tapi tidak bisa mendekat lantaran kawat giginya belum di lepas.
Keesokan harinya hari Sabtu 2015 sekitar jam 8.30 Wita sala satu dari keluarga langsung membawa dokter untuk melepas kawat gigi yang ia kenakan,dan kemudian jam 11.00 Wita mulailah rohnya di perjalankan atau biasa disebut orang Sakratul maut yang pertama ( 1 ).
Kejadian-kejadian yang diperlihatkan/di alami :
- Dia mulai berjalan pada suatu tempat dan melihat sebuah taman yang indah yang dipenuhi bunga-bunga,kupu-kupu yang sangat cantik sekali.
- Di tegah perjalanan di melihat keluarganya yang sudah lama meninggal yakni nenek dan tantenya mukanya bercahaya dan memakai pakaian putih tersenyum menyambutnya,semakin Ratnasari mendekat semakin orang itu menjauh dan akhirnya perjalanannyapun terhenti dan kembali sadar.
- Catatan : Semasa hidup neneknya rajin sembahyang,kemudian tantenya disaping rajin ibadah,gemar bersedekah,baik kepada siapapun,dan mengajak suaminya ikut agama Islam.
Pesan – Pesan Da’wah :
- Dia (Ratnasari)berpesan beramallah sebayak-banyaknya selagi masi ada kesempatan.
- Perbaiki hubungan sesame manusia.
- Ratnasari memanggil semua kemanakannya agar masuk di sekolah pesantren/sekolah agama,biar nantinya bisa mejadi anak yang soleh.
Usai Sholat Ashar pukul 16.30 Rohnya mulai lagi diperjalankan atau terjadi Sakratul maut yang ke Dua ( 2 ) .
Kejadian-kejadian yang diperlihatkan :
- Melihat banyak Wanita dibakar sambil di Palu karena di dunia tidak menggunakan Hijab
- Setiap Wanita yang mau masuk kedalam kamar Ratnasari yang tidak memakai Hijab disuruh keluar karena diatas kepala Wanita tersebut di lihat api menyala-nyala pada hal Ratnasari sudah butah/tidak bisa melihat apa-apa lagi.
Pesan – Pesan Da’wah :
- Satu helai Rambut Wanita yang diperlihatkan bukan muhrimnya berarti satu langka Ibu – Bapaknya menuju Neraka.
- Janganlah menutup aurat atau mengenan jilbat karena ikut-ikutan,tapi tutuplah karena Allah.
Hari Sabtu Tanggal 5 September 2015 Jam 1.00 ( malam Minggu )Ratnasari
katanya didatangi oleh sosok mahluk bertubuh besar dan berpakaian putih,kemudian langsung minta pamit pada kedua orang tuanya,serta semua saudara-saudaranya dan meminta Bapaknya agar Sholat Tahajjud terlebih dahulu minta di Do’akan agar diampuni semua kesalahan-kesalahannya,juga agar semua keluarga,kerabat,dan tetangga bisa memaafkan kesalahan-kesalahannya karena katanya mungkin inilah waktu yang ditungguh-tungguh untuk pergi selamanya,tidak lama kemudian terjadilah sakrakatul maut yang ke Tiga ( 3 ).
Kejadian-kejadian yang diperlihatkan :
- Dia dibawah oleh sesosok mahluk berpakaian putih bertubuh besar dan ditengah perjalanan melihat tiga buah jembatan,dan disuruh memilih sala satu jembatan untuk dilalui dan dia pilih jembatan yang ke dua karena terkadang dia juga masih kadang-kadang menghibah.dan jembatan yang ke dua ini banyak dipenuhi jenis buah-buahan dan buah Apel dan Anggur juga ada disitu,kemudian ditengah perjalanan dia melihat sekumpulan laki-laki dibakar sampai kulitnya hitam dan gosong hingga utuh kembali kemudin dibakar lagi sampai hitam lagi dan seterusnya diulangi lagi.
- Sempat Ratnasari tanyakan kepada sosok mahluk yang selalu membawanya untuk siapa jembatan yang pertama kemudian dijawab oleh sosok mahluk bertubu besar berpakaian putih bahwah tempatnya lewat Wanita-Wanita yang semasa hidupnya selalu menggunjg
- Setelah berhasil melewati jembatan yang ke dua dengan mudah hingga tibah disebuah Pintu berwarnah Hijau yang dijaga oleh dua sosok mahluk bertubuh besar berpakaian Putih dan ketika hendak masuk maka dia dilarang masuk oleh dua penjaga tersebut katanaya belum saatnya dulu hingga dia tersadar kembali dengan sangat menyesal karena sudah diperlihatkan banyak kenikmatan-kenikmatan.
- Sempat melihat tiga Saudaranya yang masih hidup ada yang dia lihat bertanduk,ada yang mukanya bercahaya,dan ada juga yang selalu tersenyum tergantung amalannya masing-masing.
Pesan-pesan Da’wah :
- Sekumpulan Laki-laki di bakar hingga gosong lantaran sudah mendengar orang Azan di Mesjid masih sibuk di pekerjaannya hingga lupah Sholat.
- Perbayak membaca Alqur'an.
- Jaga Sholat .
Kejadian-kejadian yang diperlihatkan :
- Melihat banyak Wanita dibakar sambil di Palu karena di dunia tidak menggunakan Hijab
- Setiap Wanita yang mau masuk kedalam kamar Ratnasari yang tidak memakai Hijab disuruh keluar karena diatas kepala Wanita tersebut di lihat api menyala-nyala pada hal Ratnasari sudah butah/tidak bisa melihat apa-apa lagi.
Pesan – Pesan Da’wah :
- Satu helai Rambut Wanita yang diperlihatkan bukan muhrimnya berarti satu langka Ibu – Bapaknya menuju Neraka.
- Janganlah menutup aurat atau mengenan jilbat karena ikut-ikutan,tapi tutuplah karena Allah.
Hari Sabtu Tanggal 5 September 2015 Jam 1.00 ( malam Minggu )Ratnasari
katanya didatangi oleh sosok mahluk bertubuh besar dan berpakaian putih,kemudian langsung minta pamit pada kedua orang tuanya,serta semua saudara-saudaranya dan meminta Bapaknya agar Sholat Tahajjud terlebih dahulu minta di Do’akan agar diampuni semua kesalahan-kesalahannya,juga agar semua keluarga,kerabat,dan tetangga bisa memaafkan kesalahan-kesalahannya karena katanya mungkin inilah waktu yang ditungguh-tungguh untuk pergi selamanya,tidak lama kemudian terjadilah sakrakatul maut yang ke Tiga ( 3 ).
Kejadian-kejadian yang diperlihatkan :
- Dia dibawah oleh sesosok mahluk berpakaian putih bertubuh besar dan ditengah perjalanan melihat tiga buah jembatan,dan disuruh memilih sala satu jembatan untuk dilalui dan dia pilih jembatan yang ke dua karena terkadang dia juga masih kadang-kadang menghibah.dan jembatan yang ke dua ini banyak dipenuhi jenis buah-buahan dan buah Apel dan Anggur juga ada disitu,kemudian ditengah perjalanan dia melihat sekumpulan laki-laki dibakar sampai kulitnya hitam dan gosong hingga utuh kembali kemudin dibakar lagi sampai hitam lagi dan seterusnya diulangi lagi.
- Sempat Ratnasari tanyakan kepada sosok mahluk yang selalu membawanya untuk siapa jembatan yang pertama kemudian dijawab oleh sosok mahluk bertubu besar berpakaian putih bahwah tempatnya lewat Wanita-Wanita yang semasa hidupnya selalu menggunjg
- Setelah berhasil melewati jembatan yang ke dua dengan mudah hingga tibah disebuah Pintu berwarnah Hijau yang dijaga oleh dua sosok mahluk bertubuh besar berpakaian Putih dan ketika hendak masuk maka dia dilarang masuk oleh dua penjaga tersebut katanaya belum saatnya dulu hingga dia tersadar kembali dengan sangat menyesal karena sudah diperlihatkan banyak kenikmatan-kenikmatan.
- Sempat melihat tiga Saudaranya yang masih hidup ada yang dia lihat bertanduk,ada yang mukanya bercahaya,dan ada juga yang selalu tersenyum tergantung amalannya masing-masing.
Pesan-pesan Da’wah :
- Sekumpulan Laki-laki di bakar hingga gosong lantaran sudah mendengar orang Azan di Mesjid masih sibuk di pekerjaannya hingga lupah Sholat.
- Perbayak membaca Alqur'an.
- Jaga Sholat .
Hari Minggu Tanggal 6 September 2015 Jam 8.00 Pagi
Kejadian-kejadian yang dialami :
- Dia dibawah oleh sosok mahluk berbentuk Awan besar warnah Putih dan dilihat dirinya sangat kecil sekali bagaikan biji merica jika dibandingkan dengan mahluk yang membawanya,dan sesampainya diatas ka’bah dilihatlah kebawah orang-orang Jama’ah rombongan bersurban Putih dan bercahaya hingga dia diturunkan kebawah Ka’bah berkeliling dan ikut menyentuh Hajar Aswat.
Kejadian-kejadian yang dialami :
- Dia dibawah oleh sosok mahluk berbentuk Awan besar warnah Putih dan dilihat dirinya sangat kecil sekali bagaikan biji merica jika dibandingkan dengan mahluk yang membawanya,dan sesampainya diatas ka’bah dilihatlah kebawah orang-orang Jama’ah rombongan bersurban Putih dan bercahaya hingga dia diturunkan kebawah Ka’bah berkeliling dan ikut menyentuh Hajar Aswat.
Pesan-pesan Dawah :
- Hendaknya diniatkan untuk menunaikan Ibadah Haji walaupun dengan menabung hanya seratus ribuh perbulan,dan jauhi Ribah/Rentenir.
- Dia merasakan kebahagiaan yang luar biasa karena dia bisa menginjakkan kaki di Tanah Suci
- Pernah berniat untuk menaikkan ke dua orang tuanya ke tanah Sucih namun tidak kesampaian Tuhan berkehendak lain.
- Semua keluarganya di minta keluar 3 hari dst,
- Ada saudara sudah lama indak keluar 3 hari di suruh keluar lagi.
- Hendaknya diniatkan untuk menunaikan Ibadah Haji walaupun dengan menabung hanya seratus ribuh perbulan,dan jauhi Ribah/Rentenir.
- Dia merasakan kebahagiaan yang luar biasa karena dia bisa menginjakkan kaki di Tanah Suci
- Pernah berniat untuk menaikkan ke dua orang tuanya ke tanah Sucih namun tidak kesampaian Tuhan berkehendak lain.
- Semua keluarganya di minta keluar 3 hari dst,
- Ada saudara sudah lama indak keluar 3 hari di suruh keluar lagi.
Hari Minggu Tanggal 6 September 2015 pukul 16.00 sore.Terjadi Sakratul Maut yang ke lima ( 5 ).
Kejadian-kejadian yang dialami :
- Diperlihatkan wanita-wanita dipotong – potong bagaikan potongan ikan lalu dicincang-cincang lagi,dan begitu seterusnya hingga utuh kembali.
Pesan-pesan Da’wah :
- Hendaknya wanita-wanita bila mendengar Adzan di Mesjid hendaknya segerah sholat karena jangan sampai lalai dari sholatnya hingga datang Bulan.
- Sebaik – baik sholat wanita/perempuan adalah di dalam Kamarnya sendiri.
Hari Senin Tanggal 6 September 2015 Pukul 13.00 Terjdi Sakratul Maut Yang ke Enam/6
Kejadian-kejadian yang di alami/dilihat :
- Melihat orang-orang sekitar/kerabat yang masih hidup dijepitkan batu yang sangat besar dan disuruh membawa sesembahan kesana kemari kemudian ditanduk oleh binatang atau Kerbau yang pernah dipotong yang dianggap bisa menyelamatkan arwah Leluhur mereka.
- Dia juga melihatdan merasakan keluarga yang disiksa ,kepalanya di pukul pakai batu yang sangat besar dan dia sendiri yang bisa menyelamatkan diri sendiri dia menutup auratnya.
Pesan-pesan Da’wah :
- Kita disuruh tinggalkan tradisi nenek moyang kita sekarang yang banyak mengarah kekemusrikan.
- Tidak boleh mengambil batas kebun orang lain walau sejengkal.
Kejadian-kejadian yang dialami :
- Diperlihatkan wanita-wanita dipotong – potong bagaikan potongan ikan lalu dicincang-cincang lagi,dan begitu seterusnya hingga utuh kembali.
Pesan-pesan Da’wah :
- Hendaknya wanita-wanita bila mendengar Adzan di Mesjid hendaknya segerah sholat karena jangan sampai lalai dari sholatnya hingga datang Bulan.
- Sebaik – baik sholat wanita/perempuan adalah di dalam Kamarnya sendiri.
Hari Senin Tanggal 6 September 2015 Pukul 13.00 Terjdi Sakratul Maut Yang ke Enam/6
Kejadian-kejadian yang di alami/dilihat :
- Melihat orang-orang sekitar/kerabat yang masih hidup dijepitkan batu yang sangat besar dan disuruh membawa sesembahan kesana kemari kemudian ditanduk oleh binatang atau Kerbau yang pernah dipotong yang dianggap bisa menyelamatkan arwah Leluhur mereka.
- Dia juga melihatdan merasakan keluarga yang disiksa ,kepalanya di pukul pakai batu yang sangat besar dan dia sendiri yang bisa menyelamatkan diri sendiri dia menutup auratnya.
Pesan-pesan Da’wah :
- Kita disuruh tinggalkan tradisi nenek moyang kita sekarang yang banyak mengarah kekemusrikan.
- Tidak boleh mengambil batas kebun orang lain walau sejengkal.
Hari Senin Tanggal 6 September 2015 Pukul 16.00 Wita,terjadi Sakratul Maut Yang Ke Tuju ( 7 )
Kejadian-kejadian yang dialami :
- Dilihatnya banyak binatang-biatang yang keluar dari ubun-ubunya.
- Badannya gosong karena semasa mudahnya kadang-kadang menutup auratnya kadang juga tidak hinggah allah bersihkan di dunia,semogah ketika kembali nanti dalam keadaan bersih.
Pesan-pesan da’wah :
- Ratnasari berpesan,kita harus selalu membersihkan Pusar karena tempatnya setan bersemayam jika pusar tidak bersih.
- Jika pusar tidak bersih Sholatpun tidak sah.
Kejadian-kejadian yang dialami :
- Dilihatnya banyak binatang-biatang yang keluar dari ubun-ubunya.
- Badannya gosong karena semasa mudahnya kadang-kadang menutup auratnya kadang juga tidak hinggah allah bersihkan di dunia,semogah ketika kembali nanti dalam keadaan bersih.
Pesan-pesan da’wah :
- Ratnasari berpesan,kita harus selalu membersihkan Pusar karena tempatnya setan bersemayam jika pusar tidak bersih.
- Jika pusar tidak bersih Sholatpun tidak sah.
Demikianlah pesan-pesan da’wah yang sempat disampaikan langsungsung oleh adik kami Almarhuma Ratnasari menjelang kepergiannya untuk selamanya yang di dengar langsung oleh semua keluarga,dan tetangga sekitar.
Note : Usaha yang penah di lakukan oleh keluarga :
- Selalu menghibur almarhuma diwaktu lagi sakit keras dengan kata-kata iklaslah dengan penyakitmu dan Alhamdulillah dia iklas,disamping pengobatan medis dan non medis.
- Semua keluarga selalu membacakan Padila amal,membacakan surat Yasin dan surat-surat yang lain dalam Al-Qur’an selama tiga hari 3 malam.
- Almarhum selama hidupnya rajin beribada demikiaan juga di waktu sakitnya,dan tidak luput dari mengucapkan Laa ilaaha illallaah muhammadurasuulullaah,serta rajin shodakah,daan baik kepada semua kemanakannya.di waktu sehatnya.
- Penulis sedikit menceritakan tentang kebaikan-kebaikan yang di miliki oleh almarhumah semasa hidupnya,bukan berarti ada kesombongan atau ria akan teapi semata-mata untuk motipasi untuk kita semua.
- Selalu menghibur almarhuma diwaktu lagi sakit keras dengan kata-kata iklaslah dengan penyakitmu dan Alhamdulillah dia iklas,disamping pengobatan medis dan non medis.
- Semua keluarga selalu membacakan Padila amal,membacakan surat Yasin dan surat-surat yang lain dalam Al-Qur’an selama tiga hari 3 malam.
- Almarhum selama hidupnya rajin beribada demikiaan juga di waktu sakitnya,dan tidak luput dari mengucapkan Laa ilaaha illallaah muhammadurasuulullaah,serta rajin shodakah,daan baik kepada semua kemanakannya.di waktu sehatnya.
- Penulis sedikit menceritakan tentang kebaikan-kebaikan yang di miliki oleh almarhumah semasa hidupnya,bukan berarti ada kesombongan atau ria akan teapi semata-mata untuk motipasi untuk kita semua.
Komentar
Posting Komentar